Analisa diabet menurut ustad Danu

Apa yang dinamakan diabet atau lengkapnya diabetes melitus adalah suatu jenis penyakit yang mengganggu keseimbangan metabolisme.  Dimana fungsi organ dalam tubuh tidak berjalan dengan semestinya.  Diabetes ditandai dengan meningkatnya kadar gula dalam darah disertai dengan beberapa gejala dan tanda penyertanya.

Gejala-gejala diabetes melitus :

  1. Sering buang air kecil terus-menerus dan merasa tidak puas atau merasa masih ada kandungan air kencing yang tidak semua keluar
  2. Sering merasa haus terus-menerus dan disertai adanya tanda-tanda dehidrasi yaitu bibir dan membran mukosa kering, wajah pucat, kulit berkeriput
  3. Sering merasa lapar terus-menerus, disebabkan ketiadaan energi yang dihasilkan dari gula yang diolah oleh insulin
  4. Gemetaran, kelanjutan dari hilangnya energi yang diperlukan tubuh
  5. Pandangan kabur dan berkunang-kunang, pertanda bahaya diabet sudah mulai menyerang retina mata
  6. Kesemutan atau bahkan paralisis, dimana diabet menyerang sistem persarafan
  7. Luka yang susah sembuh menimbulkan busuk dan gangren, karena aliran darah yang tidak mencukupi  biasanya menyerang daerah tungkai kaki
  8. Hilang kesadaran yang akhirnya jatuh koma , dimana diabetes berada pada tingkat yang parah dan perlu penanganan serius

Berbagai macam metode penyembuhan diabetes melitus dengan tujuan mengontrol dan mengendalikan lajunya percepatan penyakit dalam tubuh baik secara medis maupun alternatif. Hal ini sah-sah saja karena memang kita diharuskan untuk selalu berusaha dan tidak berputus asa.

Namun alangkah lebih baik jika kita melakukan tindakan pencegahan sebelum terkena penyakit. Pengobatan adalah cara menyembuhkan akan tetapi pencegahan adalah tindakan preventive dari terkena penyakit itu sendiri.

Ustad Danu adalah seorang yang alim dalam bidang keilmuannya. Beliau mempelajari dan menganalisa bahwa diabetes melitus itu akan muncul bila si penderita menasehati seseorang dan berharap orang tersebut melaksanakan apa yang ia nasehatkan. Seandainya nasehat itu tidak dikerjakan maka si penderita tersebut merasa marah, jengkel dan sakit hati namun  diam seribu bahasa. Dari kediamannya menyimpan amarah inilah maka timbul penyakit diabetes tersebut dalam tubuhnya.

Solusinya adalah dengan melaksanakan sholat lima waktu dan berdoa memohon ampunan Allah SWT agar dihilangkan kejengkelan dan amarahnya apabila nasehatnya tidak dilaksanakan oleh orang yang dimaksud dan memohon agar diampuni segala dosa dan kesalahannya.

Autis Vs ADHD, Ini Penjelasannya

1. ADHD Vs Autis.

ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) adalah gangguan perkembangan otak anak yang terjadi karena terjadi peningkatan aktivitas motorik anak-anak. ADHD atau yang lebih dikenal dengan hiperaktif menyebabkan kegiatan yang dilakukan anak-anak menjadi tidak lazim dan berlebihan.

Beberapa kriteria anak hiperaktif selain menyukai dan melakukan kegiatan yang berlebihan, mereka memiliki kesulitan mengikuti arah, dan menyelesaikan tugas.

Autis, atau dalam bahasa psikologi Autism Spectrum Disorder, adalah gangguan perkembangan saraf seseorang karena faktor hereditas dan sudah dapat terdeteksi sejak bayi berumur 6 bulan. Autisme bukan golongan penyakit kejiwaan karena gangguan ini menyebabkan otak tidak dapat berfungsi secara normal.

Gejala sudah muncul selambat-lambatnya umur tiga tahun. Penderita autisme akan mengalami masalah beraktivitas, bahasa, dan interaksi.

2. Bedanya Beraktivitas Ala Aanak ADHD dan Autisme

ADHD dan Autisme sudah jelas memiliki perbedaan yang mencolok. Anak penderita ADHD susah untuk mengerjakan sesuatu. Pandangan anak ADHD sering terganggu dan tidak bisa fokus dalam mengerjakan tugas. Penderita autis justru berkebalikan, mereka cenderung ingin fokus terhadap apa yang mereka sukai.

Autis yang berasal dari kata ‘auto’ menandakan bahwa anak autis berada di dunia mereka sendiri. Inilah yang menyebabkan anak autis selalu diam dan fokus terhadap hal tertentu.

Perbedaan selanjutnya adalah perubahan aktivitas. Anak yang menderita ADHD cenderung tidak menyukai aktivitas yang rutin. Perkembangan anak yang hiperaktif membuat anak tersebut ingin melakukan sesuatu sesuka hati anak. Hal ini berbanding terbalik dengan anak yang menderita autisme.

Anak autis justru tidak suka jadwal atau kegiatan yang tidak teratur dan sering berubah. Hal ini membuat mereka kebingungan dan frustasi.

3. Cara Berkomunikasi Yang Dilakukan ADHD dan Autisme

Anak penderita ADHD cenderung akan sering berbicara tanpa henti. Ucapan yang dikatakan penderita ADHD sering sekali tidak memiliki arti. Anak ADHD juga cenderung tidak ingin mendengarkan orang lain. Selain itu, penderita ADHD dalam berkomunikasi biasanya menyela orang, blak-blakan secara tidak tepat dan mungkin sulit memahami isyarat nonverbal.

Anak penderita autis memiliki kesulitan berkomunikasi ataupun berinteraksi. Komunikasi dijelaskan dengan selalu ada jeda dalam berbicara atau bisa dengan perulangan kata atau frase tertentu. Anak autis dalam berinteraksi juga sedikit canggung. Mereka susah atau hampir tidak bisa melihat kontak mata dengan lawan bicara.

  • Dampak Emosional dan Sosial

Dampak sosial atau lingkungan bagi anak ADHD dan autis hampir sama. Sifat anak penderita ADHD yang sulit diatur dapat menyulitkan untuk mendapatkan teman. Anak ADHD karena tingkah lakunya yang suka menyela dan blak-blakan membuat diri mereka terlihat seperti orang yang buruk atau jahat.

Begitu pula dengan sifat anak autis yang memiliki keterbatasan dalam berkomunikasi, bahasa verbal, dan perilku. Anak autis yang susah berkomunikasi akan susah untuk mendapatkan teman.

  • Cara Menanganinya

Cara terbaik untuk memaksimalkan potensi anak dan mengurangi gangguan tersebut adalah dengan melakukan terapi sedini mungkin. Terapi yang dilakukan ada yang hanya memerlukan beberapa bulan waktu, tetapi ada pula yang harus dilakukan hingga dewasa.

Orangtua dianjurkan untuk menyesuaikan dengan lingkungan yang anak senangi agar mendorong usaha sang anak menjadi lebih baik

Mengenal Penyakit Jantung Koroner, Penyebab Terbesar Serangan Jantung

Penyakit jantung koroner (PJK) termasuk salah satu penyakit jantung yang paling sering muncul. Penyakit ini disebabkan oleh terhambatnya asupan darah kaya oksigen menuju otot jantung.

Pada jantung penderita PJK, terdapat tumpukan kolesterol sehingga pembuluh darah semakin menyempit dan menghalangi aliran darah. Bila sudah fatal, penyakit ini akan menyebabkan serangan jantung.

Faktor yang Meningkatkan Resiko Penyakit Jantung Koroner

Terdapat beberapa hal yang dapat meningkatkan resiko PJK, yakni:

1. Rokok

Seseorang yang merokok memiliki resiko lebih besar untuk terkena jantung koroner. Asap rokok mengandung nikotin dan karbon monoksida yang membuat jantung bekerja lebih cepat. Selain itu, keduanya juga bisa merusak arteri koroner yang berujung pada PJK.

2. Kolesterol

Kadar kolesterol dalam darah yang terlalu banyak juga berpotensi menyebabkan jantung koroner. Jenis kolesterol yang dimaksud ialah Lipoprotein Low-Dentinsity (LDL) atau dikenal sebagai kolesterol jahat.

3. Diabetes

Penderita diabetes memiliki resiko dua kali lebih besar untuk terkena jantung koroner. Hal ini dikarenakan penderita diabetes umumnya memiliki lapisan pembuluh darah yang lebih tebal. Akibatnya, aliran darah akan terhambat.

4. Pembekuan Darah

Pembekuan darah yang terjadi pada arteri koroner akan menghalangi suplai darah ke jantung. Hal inilah yang bisa menyebabkan munculnya penyakit jantung koroner.

5. Tekanan Darah Tinggi

Apabila tekanan darah terlalu tinggi, seseorang beresiko lebih besar terkena PJK. Tekanan darah tinggi terjadi ketika tekanan sistolik berada di atas 140 mmHg. Sementara tekanan diastoliknya berada di angka 90 mmHg atau lebih.

 

Cara Mengobati Jantung Koroner

Pengobatan jantung koroner dapat dilakukan melalui pemberian obat atau tindakan operasi.

1.Obat yang diberikan pada penderita jantung koroner.

  • – Ivabadrine

Obat untuk memperlambat laju denyut jantung sehingga beban jantung berkurang.

  • – Nicorandil

Obat yang memperlebar diameter pembuluh darah.

  • – Antiplateles

Obat untuk mengencerkan darah dan mencegah pembekuan.

 

2. Operasi yang dilakukan pada penderita jantung koroner.

  • – By Pass

Tindakan pembedahan pembuluh darah sehingga pembuluh darah bisa kembali normal.

  • – Transplantasi jantung

Penggantian jantung yang kondisinya sudah parah. Jantung yang sehat didapatkan dari pendonor jantung.